Posted by yudhardhian in Oprekan.
Pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk meninstall modem 3.5 g dari indosat IM2, modem yang digunakan adalah Huawei E220. Awalnya agak sempat ragu karena jenis modem ini belom pernah saya coba di linux. Setelah saya baca – baca beberapa tutorial ternyata banyak juga yang sudah pakai modem jenis ini and berhasil jalan dilinux ( ” Ternyata Ketinggalan neh
“)
Berikut ini hasil instalasi yang saya lakukan di Gutsy Gibbon :
>> Pastikan Gutsy gibbon ( ubuntu 7.10 ),saya tidak akan menjelaskan bagaimana proses instalasi nya, jadi saya anggap sudah terinstall Gutsy di komputer anda.
>> kemudian sambungkan modem Huawei E220 ke komputer. ( ketika di sambungkan linux akan mengenalnya sebagai usb storage.
>> setelah itu jalankan perintah dmesg|grep -i usb ( untuk melihat usb yang terkoneksi )
[yudha@cist-migrasi:~$ dmesg |grep -i usb
>> Download tool yang akan mengubah usb storage modem 3.5G
[yudha@cist-migrasi:~$ wget -cb http://www.kanoistika.sk/bobovsky/archiv/umts/huaweiAktBbo-i386.out
>> Setelah itu ubah authentifikasinya
[yudha@cist-migrasi:~$ sudo chmod +x huaweiAktBbo-i386.out
/>> Jalankan Scriptnya
yudha@cist-migrasi:~$ ./huaweiAktBbo-i386.out
Hladam HUAWEI E220 a prepnem na modem - bbo 06
4 set feature request returned 0
Prepnute-OK, Mas ttyUSB0 ttyUSB1 (cez usbserial vendor=0x12d1 product=0x1003)
pozri /proc/bus/usb/devices
/>> Buat File Konfigurasi untuk wvdial
yudha@cist-migrasi:~$ sudo wvdialconf /etc/wvdial.conf
sehingga akan keluar seperti berikut :
Scanning your serial ports for a modem.
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- and failed too at 115200, giving up.
Modem Port Scan<*1>: S1 S2 S3
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyUSB0<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: huawei
ttyUSB0<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyUSB1<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: huawei
ttyUSB1<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
Found a modem on /dev/ttyUSB0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyUSB0: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
ttyUSB1: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
/>> Masukan konfigurasinya
yudha@cist-migrasi:~$ sudo vim /etc/wvdial.conf
[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”indosatm2″
Modem Type = USB Modem
Dial Command = ATDT
Stupid Mode = 1
Baud = 460800
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
Phone = *99#
Password = rahasia
Username = namauser
ISDN = 0
Auto DNS = 1
/>> Jalankan wvdial
yudha@cist-migrasi:~$ wvdial
kemudian bila berhasil maka komputer user akan mendapatkan ip public yang didapat dari Indosat.
Selamat Browsing….!!
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Bagi anda yang ingin menambahkan URL ke google dapat mendafartkannya ke http://www.google.com/addurl
Langkahnya seperti berikut :
- Jalankan browser favorit anda
- arahkan url anda ke http://www.google.com/addurl
- Kemudian akan tampil add your URL to Google
- masukan URL Blog anda, berikut commentnya
- Ketikkan squiggly letters
- klik tombol Add URL
- Setelah selesai maka akan ada jendela konfirmasi
Have A Nice googling…
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Konfigurasi Anonymous user Ftp dengan Proftp
Install Proftpd
root # rpm -ivh proftpd-1.3.1-0.rc2.3mdv2007.1.rpm
Lakukan Konfigurasi Pada /etc/proftpd.conf
root # vi /etc/proftpd.conf
Berikut konfigurasi Proftp
#
# /etc/proftpd/proftpd.conf — This is a basic ProFTPD configuration file.
# To really apply changes reload proftpd after modifications.
#
# Includes DSO modules
Include /etc/proftpd.d/*.conf
# This is the directory where DSO modules resides
ModulePath /usr/lib/proftpd
# Allow only user root to load and unload modules, but allow everyone
# to see which modules have been loaded
ModuleControlsACLs insmod,rmmod allow user root
ModuleControlsACLs lsmod allow user *
ServerName “ProFTPD Default Installation”
ServerType standalone
DeferWelcome off
MultilineRFC2228 on
DefaultServer on
ShowSymlinks on
TimeoutNoTransfer 600
TimeoutStalled 600
TimeoutIdle 1200
DisplayLogin welcome.msg
DisplayChdir .message
ListOptions “-l”
DenyFilter \*.*/
UseIPv6 Off
# Allow FTP resuming.
# Remember to set to off if you have an incoming ftp for upload.
AllowStoreRestart on
# Port 21 is the standard FTP port.
Port 21
# In some cases you have to specify passive ports range to by-pass
# firewall limitations. Ephemeral ports can be used for that, but
# feel free to use a more narrow range.
#PassivePorts 49152 65534
# To prevent DoS attacks, set the maximum number of child processes
# to 30. If you need to allow more than 30 concurrent connections
# at once, simply increase this value. Note that this ONLY works
# in standalone mode, in inetd mode you should use an inetd server
# that allows you to limit maximum number of processes per service
# (such as xinetd)
MaxInstances 30
# Set the user and group under which the server will run.
User nobody
Group nogroup
# Umask 022 is a good standard umask to prevent new files and dirs
# (second parm) from being group and world writable.
Umask 022 022
## Untuk keamanan Baris DefaultRoot akan menyebabkan user tidak dapat masuk ke direktori root ##
# To cause every FTP user to be “jailed” (chrooted) into their home
# directory, uncomment this line.
#DefaultRoot ~
DefaultRoot ~
# Normally, we want files to be overwriteable.
AllowOverwrite off
# Uncomment this if you are using NIS or LDAP to retrieve passwords:
PersistentPasswd off
# Be warned: use of this directive impacts CPU average load!
#
# Uncomment this if you like to see progress and transfer rate with ftpwho
# in downloads. That is not needed for uploads rates.
#UseSendFile off
TransferLog /var/log/proftpd/proftpd.log
SystemLog /var/log/proftpd/proftpd.log
TLSEngine off
QuotaEngine on
Ratios on
# Delay engine reduces impact of the so-called Timing Attack described in
# http://security.lss.hr/index.php?page=details&ID=LSS-2004-10-02
# It is on by default.
DelayEngine on
ControlsEngine on
ControlsMaxClients 2
ControlsLog /var/log/proftpd/controls.log
ControlsInterval 5
ControlsSocket /var/run/proftpd/proftpd.sock
AdminControlsEngine on
# Bar use of SITE CHMOD by default
DenyAll
### Baris ini yang menjadi defult direktori untuk anynomous user.
User ftp
Group nogroup
UserAlias anonymous ftp
DirFakeUser on ftp
DirFakeGroup on ftp
RequireValidShell off
MaxClients 10
DisplayLogin welcome.msg
DisplayFirstChdir .message
DenyAll
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Secara umum kita semua sudah mengetahui bahwa port 22 adalah port yang biasa digunakan untuk melakukan ssh akan tetapi kita dapat merubahnya dengan port number yang lain, yang tidak digunakan (reserved).
Berikut bagian yang harus diganti :
Port 222 ( diubah menjadi 222 )
penomoran port inilah yang nanti akan digunakan untuk melakukan remote ssh.
Untuk melakukan remotenya sbb :
$ ssh -p 222 root@ipaddres
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Melakukan Remote bagi sebagian besar admin adalah suatu rutinitas yang harus dilakukan, dan menjadi bagian terpenting dalam pekerjaannya. Biasanya admin akan melakukan remote dengan menggunakan user root, tentunya hal tersebut sangat riskan dan kurang aman karena bila ada sebagian yang pandai memanfaatkan jejak password tentunya akan sangat berbahaya.
Berikut ini adalah cara bagaimana agar ketika meremote tidak langsung masuk menggunakan user root.
PermitRootLogin no ( Default Yes Pada sebagian Distro )
option no ini akan memblok user untuk meremote menggunakan root.
Semoga Membantu…
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Minggu lalu kami ( Team Kampret ), mendapat emergency call dari salah satu biz unit di diwilayah jakarta utara, ternyata ada printer jenis baru HP Deskjet D4260 disana yang belom terinstall di linux,
kami belom pernah coba juga untuk jenis ini. Kemudian akhirnya kami coba juga untuk printer ini di linux, berikut tahapannya :
Awalnya team kampret mencoba download ppd untuk jenis printer HP D4260 ini, driver ppdnya memang ada akan tetapi masalah timbul ketika kita melakukan printing, awal print dapat keluar printoutnya akan tetapi pada printout yang kedua printer menunjukan tanda – tanda error salah satunya adalah lampu printer negbling2 gak karuan and hasil printout tidak keluar.
Kemudian kami coba update hplip untuk printer HP, ke versi 2.8.4
Tambahkan link – link repositori yang bisa kita gunakan untuk kebutuhan dependensinya. di /etc/urpmi/urpmi.cfg. seperti berikut :
{
downloader: wget
verify-rpm: 1
}
DVD file:///media/cdrom/i586/media/free {
ignore
media_info_dir: media_info
synthesis
}
non-free http://ftp.riken.jp/Linux/mandrake/official/2007.1/i586/media/non-free/release {
hdlist
key-ids: 70771ff3
media_info_dir: media_info
}
main http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/main/release {
downloader: wget
key-ids: 70771ff3
media_info_dir: media_info
}
contrib http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/contrib/release {
downloader: wget
key-ids: 78d019f5
media_info_dir: media_info
}
main_updates http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/main/updates {
key-ids: 22458a98
media_info_dir: media_info
}
main_backports http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/main/backports {
key-ids: 26752624
media_info_dir: media_info
}
contrib_updates http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/contrib/updates {
downloader: wget
key-ids: 26752624
media_info_dir: media_info
}
contrib_backports http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/contrib/backports {
key-ids: 26752624
media_info_dir: media_info
}
non-free_updates http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/non-free/updates {
key-ids: 22458a98
media_info_dir: media_info
}
non-free_backports http://kambing.ui.edu/mandriva/official/2007.1/i586/media/non-free/backports {
downloader: wget
key-ids: 26752624
media_info_dir: media_info
}
Download hplip
$ wget -cb http://optusnet.dl.sourceforge.net/sourceforge/hplip/hplip-2.8.4.run
setelah itu jalankan hplip-2.8.4.run
$ ./hplip-2.8.4.run
bila setelah proses instalasi selesai, maka yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan konfigurasi printer dengan menggunakan mcc, atau drakprinter pada mandriva 2007.1 spring.
Have a nice printing!!
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Berikut ini beberapa trik agar komputer kita ( Server + Client ) aman dari serangan tangan – tangan jahil dalam sebuah jaringan Internet maupun Lokal.
Kegunaan agar komputer kita menolak permintaan ping dari komputer lain.
Buka file sysctl.conf dengan editor Favorit anda
# vi /etc/sysctl.conf
Ubah direktif berikut dengan angka 1 ( default 0 ) didalam sysctl.conf
# menolak permintaan ping
net.ipv4.icmp_echo_ignore_all=1
Setelah itu lakukan restart network
# /etc/init.d/network restart
lakukan uji coba ping dari komputer lain kekomputer yang kita setting.
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Beberapa hari lalu kami panen install HP laserjet P1006, untuk Jenis printer ini termasuk baru didunia linux, karena ketika rekan – rekan mencoba mencari jenis printer HP laserjet yang Tipe sebelumnya ( HP LaserJet 1000 ) sudah discontinue ( tidak diproduksi ). sehingga menurut beberapa vendor hanya tipe HP Laserjet P1006 yang ada. so no option to chose, karena kebutuhan yang sedang mendesak. maka kami pun mencobanya walaupun dengan berbagai pertanyaan yang timbul. Akan jalankah dilinux ???
Akhirnya kami coba juga petualangan untuk menginstall printer HP Laserjet P1006, untuk proses instalasi nya kurang lebih hampir sama dengan install HP laserjet 1000
Download Driver
$ wget -cb foo2zjs.tar.gz http://foo2zjs.rkkda.com/foo2zjs.tar.gz
Ekstrak File ke direktori /opt/
$ tar -xzvf foo2zjs.tar.gz -C /opt/
Masuk Ke direktori foo2zjs
$ cd foo2zjs
kemudian lakukan kompilasi pada hasil ekstraksasinya, seperti berikut :
$ make
untuk melakukan perintah selanjutnya anda membutuhkan koneksi ke Internet, karena akan mendowload module firmware untuk pronter HP Laserjet P1006.
$./getweb P1006
setelah proses download selesai maka kemudian masuk sebagai root untuk menjalankan kompilasi instalasi ke kernelnya.
$ su
# make install
konfigure hotplug untuk mengaktifkan usb printer spooler
# make install-hotplug
restart cups
# make cups
Secara keseluruhan proses instalasi selesai, kemudian lakukan setting printer seperti biasa dengan menggunakan http://localhost:631/ atau dengan Control Panel untuk konfigurasi printer pada linux masing – masing distro.
NB :
Masalah timbul adalah ketika menggunakan Mandriva 2007.1 Spring Cooker , dimana bila setelah dinyalakan sekali, setelah itu di matikan maka printer tidak dapat terdeteksi di Spring, sehingga perlu dilakukan restart ulang.
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Pada kesempatan kali ini saya mendapat kesempatan untuk meninstall modem 3.5 g dari indosat IM2, modem yang digunakan adalah Huawei E220. Awalnya agak sempat ragu karena jenis modem ini belom pernah saya coba di linux. Setelah saya baca – baca beberapa tutorial ternyata banyak juga yang sudah pakai modem jenis ini and berhasil jalan dilinux ( ” Ternyata Ketinggalan neh
“)
Berikut ini hasil instalasi yang saya lakukan di Gutsy Gibbon :
>> Pastikan Gutsy gibbon ( ubuntu 7.10 ),saya tidak akan menjelaskan bagaimana proses instalasi nya, jadi saya anggap sudah terinstall Gutsy di komputer anda.
>> kemudian sambungkan modem Huawei E220 ke komputer. ( ketika di sambungkan linux akan mengenalnya sebagai usb storage.
>> setelah itu jalankan perintah dmesg|grep -i usb ( untuk melihat usb yang terkoneksi )
[yudha@cist-migrasi:~$ dmesg |grep -i usb
>> Download tool yang akan mengubah usb storage modem 3.5G
[yudha@cist-migrasi:~$ wget -cb http://www.kanoistika.sk/bobovsky/archiv/umts/huaweiAktBbo-i386.out
>> Setelah itu ubah authentifikasinya
[yudha@cist-migrasi:~$ sudo chmod +x huaweiAktBbo-i386.out
/>> Jalankan Scriptnya
yudha@cist-migrasi:~$ ./huaweiAktBbo-i386.out
Hladam HUAWEI E220 a prepnem na modem - bbo 06
4 set feature request returned 0
Prepnute-OK, Mas ttyUSB0 ttyUSB1 (cez usbserial vendor=0x12d1 product=0x1003)
pozri /proc/bus/usb/devices
/>> Buat File Konfigurasi untuk wvdial
yudha@cist-migrasi:~$ sudo wvdialconf /etc/wvdial.conf
sehingga akan keluar seperti berikut :
Scanning your serial ports for a modem.
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- and failed too at 115200, giving up.
Modem Port Scan<*1>: S1 S2 S3
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyUSB0<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: huawei
ttyUSB0<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyUSB0<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyUSB1<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: huawei
ttyUSB1<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyUSB1<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
Found a modem on /dev/ttyUSB0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyUSB0: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
ttyUSB1: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
/>> Masukan konfigurasinya
yudha@cist-migrasi:~$ sudo vim /etc/wvdial.conf
[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”indosatm2″
Modem Type = USB Modem
Dial Command = ATDT
Stupid Mode = 1
Baud = 460800
New PPPD = yes
Modem = /dev/ttyUSB0
Phone = *99#
Password = rahasia
Username = namauser
ISDN = 0
Auto DNS = 1
/>> Jalankan wvdial
yudha@cist-migrasi:~$ wvdial
kemudian bila berhasil maka komputer user akan mendapatkan ip public yang didapat dari Indosat.
Selamat Browsing….!!
Posted by yudhardhian in Oprekan.
Pada tanggal 1 April 2008 kami mendapat tugas untuk membangun sebuah dial in server di salah satu perusahaan yang kami migrasikan di Makassar, Kantor yang kami ingin bangun dial in terpisah dengan kantor pusat, kantor pusat ini terletak di kota Makassar sementara kantor cabangnya terletak di wilayah pelabuhan. untuk akses kesana juga tidak ada kendaraan umum yang menuju ke pelabuhan, sehingga harus menunggu untuk diantar kesana.
Kemudian pada jam 10.00 WIT akhirnya kami berangkat menuju medan tempur, setiba disana kami pun beraksi, yang pertama kami lakukan adalah mengetes koneksi komputer dengan modem serial, alhasil ternyata modem tidak terdeteksi, kemudian kami coba tes dengan komputer lain yang “sehat” dan ternyata berhasil, akhirnya kami ambil kesimpulan bahwa PC ex user yang akan kami gunakan untuk membangun server dial in sudah rusak, sehingga kami harus mencari PC penggantinya.
Karena waktu dan kondisi maka akhirnya kami memakai pc user yang masih digunakan oleh user didivisi yang bersangkutan.
Perangkat yang dibutuhkan untuk membangun dial in server, sbb :
- 2 buah modem external ( lebih banyak disupport linux )
- 1 buah server minimal P3 500, Memori 256
- line telepon
berikut konfigurasi Dial in servernya :
/>> Check instalasi mgetty
# rpm -qa|grep -i mgetty
/>> bila belom terinstall maka lakukan instalasi mgettynya
# urpmi mgetty
begitu pula dengan ppp
# urpmi ppp
/>> Bila setelah selesai, edit file /etc/inittab, kemudian tambahkan option, agar dapat mendeteksi modem secara otomatis.
S0:2345:respawn:/sbin/mgetty -D ttyS0
S1:2345:respawn:/sbin/mgetty -D ttyS1
S2:2345:respawn:/sbin/mgetty -D ttyS2
S3:2345:respawn:/sbin/mgetty -D ttyS3
/>> Setelah itu edit dengan editor vi /etc/mgetty+sendfax/login.config, dan tambahkan baris berikut
/AutoPPP/ – a_ppp /usr/sbin/pppd auth -chap +pap login debug
/>> Kemudian /etc/ppp/option.server
Yang berisi -detach
asyncmap 0
modem
crtscts
lock
proxyarp
ms-dns 1.2.3.4 #di isi DNS pertama kita misal 202.155.0.1
ms-dns 3.4.5.6 #di isi DNS kedua kita misal 202.155.0.2
userpeerdns
/>> Buat file /etc/ppp/optios.ttyS0
Yang berisi 192.168.0.12:192.168.0.100 #ip server:ip client
255.255.255.0 #netmasknya
/>> Kita buat user pap-secretnya atau user dialnya,dengan cara kita edit file /etc/ppp/pap-scret
Yang berisi Client (User) Server Secret (password) IP
user1 * rahasia *
user2 * rahasia *
/>> Buat user sistem di linux beserta passwordnya
/>> kemudian tambahkan option di /etc/sysctl.conf
net.ipv4.ip-forward = 1
/>> Jalankan perintah berikut :
# sysctl -e -p /etc/sysctl.conf
/>> Jalankan Mgetty
/sbin/telinit q
/>> lakukan dial dan cek lognya
# tail -f /var/log/messages
/>> Setting iptables agar dapat melakukan sharing antara client dan server
#iptables –tables nat –append POSTROUTING –out-interface ppp0 -j MASQUERADE
#iptables –tables nat –append POSTROUTING –out-interface eth0 -j MASQUERADE
#iptables –append FORWARD –in-interface eth0 -j ACCEPT
Konfigurasi dial sisi client, setelah selesai maka konfigurasi di komputer yang akan melakukan dial, dari segi konfigurasi sama dengan ketika kita mengkonfigurasi dial up internet dengan menggunakan modem serial, hanya untuk dial nomernya adalah menggunakan nomer telepon tujuan yang ada di dial in server untuk username dan password sama dengan user dan password yang kita buat di dial in server.